/* Blogger Widgets KiCk-BaLL: KIPER MEMBUNUH /* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/people/peo-6/peo719.cur), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Cari Blog Ini

JC

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI

Selasa, 20 Mei 2014

KIPER MEMBUNUH

 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-, begitulah ulasan media asing. Aksi brutal dan tekel maut itu dimuat dalam tayangan berdurasi 1,45 menit itu sekitar 6 kali, aksi tekel brutal itu ditayangkan.
Aksi itu terjadi pada laga Persiraja versus PSAP, 10 Mei lalu. Bermula dari tendangan keras dari salah satu pemain tengah Persiraja dari tengah lapangan, bola mengarah ke gawang PSAP yang tidak diamankan dengan sempurna oleh kiper PSAP, Agus Rohman.
SRIPOKU.COM-Bola kemudian meluncur mejauhi areal pertahanan. Striker Persiraja, Akly Fairuz berusaha mengejar bola dan saat bersama sang kiper kemudian mengejar bola yang meluncur jauh sembari mengangkat kedua kaki ke atas dan kaki kanan bagian belakang Agus Rohman persis mengenai perut bagian bawah kanan Akli.
Usai benturan itu seperti dilansir dari Tribunenws Akly sempat dirawat selama 6 hari untuk kemudian meninggal Jumat, 16 Mei 2014 di RS Zainal Abidin Banda Aceh.
Ketua Asosiasi Pemain Sepak Bola Indonesia (APSI) Ismed Sofyan menilai pihak yang harus bertanggungjawab atas meninggalnya Akhly Fairuz adalah pengurus klub Persiraja Banda Aceh yang dinilai lamban membawa korban ke rumah sakit.
"Pengurus harus bertanggungjawab. Ini menjadi pembelajaran buat ke depannya jangan sampai terlambat dalam menangani cedera pemain," tegas Ismed, seperti dilansir dari Simomot.com.
Sementara itu dari Palembang Pelatih Fisik SFC, Dino Sefrianto pun menilai, musibah ini sangat memprihatinkan karena kerap terjadi, baik itu dari tekel keras ataupun karena kondisi pemain yang kurang baik.
"Meninggal dunia adalah takdir dan rahasia dari-Nya. Namun sebagai pelaku sepakbola profesional, tentunya harus ada upaya konkrit agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya.
Ia berharap ke depan musibah ini tidak perlu terjadi, setidaknya menjadi peringatan bagi pemain untuk berlaku profesional dan tidak melakukan tekel yang benar-benar brutal.
"Harus dilihat, tidak hanya tekel itu sendiri, tetapi penanganan dan menjaga kesehatan dan kondisi pemain sangat perlu diperhatikan," jelasnya.
Wakil Ketua PSSI La Nyalla Mattallitti seperti dilansir dari PT Liga Indonesia pun angkat bicara."Benturan dengan kiper itu bisa saja akibat pelanggaran laws of the game. Maka kiper PSAP harus disanksi Komdis, atau siapapun yang terlibat dalam insiden itu," kata La Nyalla.
Seperti diketahui, pertandingan itu sendiri berlangsung di Stadion Haji Dhimurtala Banda Aceh, 10 Mei lalu dan Persiraja ketika itu keluar sebagai pemenang pertandingan dengan skor akhir 1-0.
Berita kematian stiker tim Divisi Utama, Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz setelah berbenturan dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rohman ternyata menyita perhatian media ternama olahraga Italia, La Gazetta dello Sport.
La Gazetta dello Sport menayangkan videop detik-detik benturan keras Akli dengan Agus. La Gazetta dello Sport menyalin video dari TV lokal setempat dengan judul video: Indonesia morto un tackle portiere (pemain Indonesia tewas dijegal kiper).
Sedangkan, media terkenal asal Spanyol, Marca menulis: Una brutal patada acaba con la vida de un jugador en Indonesia (tendangan kiper membunuh pemain sepakbola di Indonesia).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar