VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya mengizinkan
melakukan teknologi modifikasi cuaca yang dilakukan oleh Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT).
Tujuannya dari dilakukannya teknologi modifikasi cuaca itu adalah untuk mengurangi intesitas curah hujan dan memindahkan lokasi hujan yang berpotensi mengguyur wilayah DKI Jakarta dan Bogor.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT, Heru Widodo, Selasa 14 Januari 2014, menjelaskan bahwa tim dari BPPT direncanakan memulai pekerjaan pengalihan hujan di wilayah Jakarta dan Bogor pada Rabu pukul 13.00 WIB. Tekniknya ada dua macam, penyemaian garam dari udara dan sistem flare atau garam yang dipadatkan dan dikemas di dalam tabung yang akan dibakar dari darat.
"Malam ini pesawat Hercules yang akan membawa 4 ton garam sudah
diterbangkan ke Bandung. Besok siang (Rabu) pesawat hercules itu baru mulai melakukan penyemaian garam ke titik awan yang berpotensi menghasilkan hujan yang ada di wilayah Bogor dan DKI Jakarta," ujar Heru kepada VIVAnews dalam perbincangan telepon.
Dia menjelaskan, titik-titik penyemaian garam dari udara itu sudah ditentukan oleh radar yang ada di stasiun pos meteorologi. Fungsi dari radar itu adalah menentukan awan-awan yang berpotensi menghasilkan
hujan.
"Sementara, untuk teknik sistem flare dilakukan dengan cara dibakar di
daratan dengan menggunakan menara Ground Based Generator (GBG). Ada 24 titik penempatan sistem flare, empat di wilayah Gunung Gede Pangrango dan 20 disebar di wilayah hulu sampai hilir di Bogor dan DKI Jakarta," kata Heru.
Heru juga menyampaikan, penerapan teknologi modifikasi cuaca dengan penyemaian garam dari udara dan sistem flare itu diharapkan dapat mendorong hujan turun di luar wilayah Bogor dan DKI Jakarta pindah ke wilayah yang lebih aman. Seperti di daerah laut, Pantura, Serang, dan lainnya.
"TMC ini akan dilakukan selama dua bulan, dari tanggal 14 Januari
sampai 14 Februari 2014. Setiap hari kami akan melakukan penyemaian garam dari udara dan sistem flare dari darat. Dengan teknik ini semoga saja titik-titik awan hujan itu segera pindah ke wilayah yang aman," kata Heru.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar