Suporter Malaysia (flickr.com)
VIVAnews - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi
Malarangeng sudah mendapat laporan beredarnya video ejekan suporter
Malaysia kepada Indonesia saat tim Malaysia ditekuk Singapura 0-3 di
Stadion Bukit Djalil, pada 25 November lalu. Andi mengaku belum melihat
video itu secara langsung."Baru dapat laporan. Tentu saja ada ketentuan FIFA yang mengatur etika sebagai suporter tidak boleh menghina, kata-kata rasis atau melecehkan segala macam," kata Andi Malarangeng usai acara pengarahan Presiden SBY di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat, 30 November 2012.
Andi mengaku belum ada rencana untuk melaporkan masalah ini kepada Federasi Sepakbola Dunia atau FIFA dalam waktu dekat. "Saya belum melihat langsung," kata mantan juru bicara Presiden ini.
Sementara, jelang pertandingan Grup B Piala AFF antara Malaysia melawan Indonesia besok, Andi meminta para suporter Indonesia tidak terprovokasi dengan aksi-aksi suporter Malaysia. Indonesia juga meminta jaminan Malaysia untuk melindungi suporter Merah Putih.
"Kita ingin jadi suporter teladan. kita dukung timnas tanpa harus menghina, mengejek suporter lain sehingga semangat AFF persahabatan," kata Andi.
Andi telah berbicara dengan kedutaan besar RI di Malaysia untuk membangun komunikasi dengan pemerintah Malaysia terkait perlindungan suporter Indonesia di Bukit Jalil. Ia ingin memastikan benar bahwa tidak ada aksi kekerasan yang dilakukan pihak mana pun sebelum, saat, hingga usai pertandingan.
Video yang beredar di dunia maya itu berisi ejekan terhadap Indonesia. Politisi PKS Indra, mendesak pemerintah dan PSSI melaporkan hal ini kepada FIFA agar bisa diproses lebih lanjut.
"Pemerintah bersama-sama PSSI harus mendesak FIFA untuk memberikan sanksi kepada persepakbolaan Malaysia," kata Indra di Jakarta, Jumat 30 November 2012.
Posisi Indonesia saat ini berada di puncak klasemen Grup B dengan 4 poin. Sedangkan Malaysia berada di posisi 3 dengan 3 poin. Posisi 2 ditempati Singapura yang memiliki poin sama. (adi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar