/* Blogger Widgets KiCk-BaLL: Pangilan Polresta Palembang /* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/people/peo-6/peo719.cur), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Cari Blog Ini

JC

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI

Selasa, 17 Januari 2012

Pangilan Polresta Palembang

Berkas:Logo Persija.pngPolresta Palembang Akan Jemput Paksa Pemain Persija
BP dkk dalam waktu dekat akan dijemput paksa oleh Polresta Palembang

Polresta Palembang akan menjemput paksa Pemain Persija Bambang Pamungkas alias BP, Leo Saputra dan Ismed Sofyan karena dua kali mangkir dari panggilan penyidik terkait kasus pemukulan dua pemain Sriwijaya FC Hilton Moreira dan Thiery Ghatuessi.

Pjs Kapolresta Palembang Kombes Polisi Sabarudin Ginting,melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang,menegaskan, pemanggilan BP dkk sudah sesuai proses penyidikan di kepolisian.Apabila pemanggilan pertama tidak hadir dengan alasan yang bisa diterima,maka masih bisa ditoleransi. Selain BP dkk,Polresta Palembang juga memanggil asisten pelatih Persija Sudirman dan tukang urut Persija Safrudin alias Udin.

Akibat ketidakhadirannya itu penyidik Polresta Palembang segera melayangkan surat penggilan membawa paksa BP dkk untuk diperiksa.Pemanggilan paksa dilakukan karena mereka dinilai tidak kooperatif. “Pada pemanggilan kedua,BP dkk sama sekali tidak berkoordinasi jika mereka tidak bisa hadir.

Sementara berdasarkan keterangan yang diterima penyidik dari Saiful Anwar,orang yang diberi kuasa manajemen Persija untuk memediasi,BP dkk bersedia hadir pada pemanggilan kedua yang dilayangkan pada 11 Januari lalu agar hadir pada hari ini (kemarin),”papar Frido. Namun demikian,waktu yang telah disepakati antara manajemen Persija dengan Polresta Palembang tidak juga dihiraukan tanpa alasan yang jelas.

“Sempat kami kontak Saeful,katanya BP dkk tidak bisa hadir karena ada sidang tentang dualisme kepengurusan Persija Jakarta.Namun ini bukan alasan untuk tidak hadir,karena yang kita panggil dalam surat tersebut bukan manajemen yang untuk hadir melainkan BP dkk,”tandasnya.

Tak hanya itu,BP dkk selama ini dinilai tidak kooperatif dan menunjukan itikad kurang baik terhadap penyidik.“Kalau memang tidak bisa hadir setidaknya menghubungi penyidik yang nama dan nomor kontak serta emailnya tercantum di surat penggilan pertama maupun kedua,” ungkapnya.

Kendati demikian,Polresta Palembang masih memberikan waktu kepada BP dkk hingga 20 Januari.Kalau memang kembali tidak dipenuhi,ujar Frido,pihaknya segera mengambil langkah sesuai prosedur di kepolisian yaitu melayangkan surat untuk membawa paksa BP dkk.

“Kita sadar mungkin kesibukan sebagai pemain sepak bola memiliki jadwal padat,tetapi setidaknya ada koordinasi.Kita lihat saja tanggal 20 Januari mendatang.Sengaja dijadwalkan saat waktu luang sebelum dilakukan jemput paksa.Kalau masih juga tidak datang,tentunya langkah tegas dilakukan,”jelasnya.

Firdo melanjutkan,dalam pemanggilan yang dilayangkan kepada manajemen Persija (ISL),Polresta Palembang sudah menetapkan tiga tersangka.Hanya saja belum bisa dipublikasikan.“Tetapi berdasarkan prarekonstruksi yang dilakukan penyidik yang menangani kasus tersebut semua merupakan pemain utama Persija Jakarta (ISL), ”katanya.

Sebelumnya,Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainudin berharap peristiwa pemukulan terhadap dua pemainnya yang terjadi pada Minggu (18/12) sekitar pukul 22.00 WIB diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Proses hukum atas kasus itu tentunya kita mengharapkan terus dilakukan hingga ke pengadilan.Adapun permintaan damai dari manajemen Persija tetap kita terima tetapi bersifat individu.Karena ini menyangkut pidana,maka proses hukum tentunya terus berlangsung,”jelasnya. (ibrahim arsyad/Sindo) .By:ISL
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar