mengabarkan kabar-kabar sepak bola di seluruh dunia
Cari Blog Ini
JC
Selasa, 17 Januari 2012
Pangilan Polresta Palembang
Polresta Palembang Akan Jemput Paksa Pemain Persija BP dkk dalam waktu dekat akan dijemput paksa oleh Polresta Palembang
Polresta Palembang akan menjemput paksa Pemain Persija Bambang
Pamungkas alias BP, Leo Saputra dan Ismed Sofyan karena dua kali mangkir
dari panggilan penyidik terkait kasus pemukulan dua pemain Sriwijaya FC
Hilton Moreira dan Thiery Ghatuessi.
Pjs Kapolresta Palembang
Kombes Polisi Sabarudin Ginting,melalui Kasat Reskrim Kompol Frido
Situmorang,menegaskan, pemanggilan BP dkk sudah sesuai proses penyidikan
di kepolisian.Apabila pemanggilan pertama tidak hadir dengan alasan
yang bisa diterima,maka masih bisa ditoleransi. Selain BP dkk,Polresta
Palembang juga memanggil asisten pelatih Persija Sudirman dan tukang
urut Persija Safrudin alias Udin.
Akibat ketidakhadirannya itu
penyidik Polresta Palembang segera melayangkan surat penggilan membawa
paksa BP dkk untuk diperiksa.Pemanggilan paksa dilakukan karena mereka
dinilai tidak kooperatif. “Pada pemanggilan kedua,BP dkk sama sekali
tidak berkoordinasi jika mereka tidak bisa hadir.
Sementara
berdasarkan keterangan yang diterima penyidik dari Saiful Anwar,orang
yang diberi kuasa manajemen Persija untuk memediasi,BP dkk bersedia
hadir pada pemanggilan kedua yang dilayangkan pada 11 Januari lalu agar
hadir pada hari ini (kemarin),”papar Frido. Namun demikian,waktu yang
telah disepakati antara manajemen Persija dengan Polresta Palembang
tidak juga dihiraukan tanpa alasan yang jelas.
“Sempat kami
kontak Saeful,katanya BP dkk tidak bisa hadir karena ada sidang tentang
dualisme kepengurusan Persija Jakarta.Namun ini bukan alasan untuk tidak
hadir,karena yang kita panggil dalam surat tersebut bukan manajemen
yang untuk hadir melainkan BP dkk,”tandasnya.
Tak hanya itu,BP
dkk selama ini dinilai tidak kooperatif dan menunjukan itikad kurang
baik terhadap penyidik.“Kalau memang tidak bisa hadir setidaknya
menghubungi penyidik yang nama dan nomor kontak serta emailnya tercantum
di surat penggilan pertama maupun kedua,” ungkapnya.
Kendati
demikian,Polresta Palembang masih memberikan waktu kepada BP dkk hingga
20 Januari.Kalau memang kembali tidak dipenuhi,ujar Frido,pihaknya
segera mengambil langkah sesuai prosedur di kepolisian yaitu melayangkan
surat untuk membawa paksa BP dkk.
“Kita sadar mungkin
kesibukan sebagai pemain sepak bola memiliki jadwal padat,tetapi
setidaknya ada koordinasi.Kita lihat saja tanggal 20 Januari
mendatang.Sengaja dijadwalkan saat waktu luang sebelum dilakukan jemput
paksa.Kalau masih juga tidak datang,tentunya langkah tegas
dilakukan,”jelasnya.
Firdo melanjutkan,dalam pemanggilan yang
dilayangkan kepada manajemen Persija (ISL),Polresta Palembang sudah
menetapkan tiga tersangka.Hanya saja belum bisa dipublikasikan.“Tetapi
berdasarkan prarekonstruksi yang dilakukan penyidik yang menangani kasus
tersebut semua merupakan pemain utama Persija Jakarta (ISL), ”katanya.
Sebelumnya,Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainudin berharap peristiwa
pemukulan terhadap dua pemainnya yang terjadi pada Minggu (18/12)
sekitar pukul 22.00 WIB diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Proses hukum atas kasus itu tentunya kita mengharapkan terus dilakukan
hingga ke pengadilan.Adapun permintaan damai dari manajemen Persija
tetap kita terima tetapi bersifat individu.Karena ini menyangkut
pidana,maka proses hukum tentunya terus berlangsung,”jelasnya. (ibrahim
arsyad/Sindo) .By:ISL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar